tulisan berjalan

Pusat Jual Beli Aneka Burung . . . pak Syam Klaten . . . telp / WA : 0812-8054-3060

Kamis, 02 Mei 2013

SINYAL KEGAGALAN


Semua kerja yang berbasis hati selalu mengalami fluktuasi. Iman ada kalanya naik ada saatnya turun. Emosi kadang tegangan tinggi kadang bertegangan rendah. Cinta ada kalanya membesar ada saatnya jatuh bahkan tertimpa dan tertutupi oleh benci. Demikian juga dengan kebencian, kadang dia membesar kadang dia susut.
Tidak ada orang yang full terus
berada dalam perasaan mengalami perasaan positif sepanjang hari, demikian juga tidak ada orang yang terus menerus merasakan perasaan negatif. Perpaduan diantara keduanya itulah yang sering terjadi. Jika kombinasinya lebih banyak pada perasaan baik maka itu pertanda baik. Dan sebaliknya jika perasaan buruk yang lebih dominan maka pertanda hari anda akan jelek, keputusan-keputusan anda hari itu akan jelek, inspirasi cenderung tertutupi, kreatifitas macet, bibit permusuhan bakal tumbuh. Itu sisi negatifnya.

Tapi perasaan buruk juga punya sisi positif. Kadang dia hadir untuk berbagi sinyal sebagai tanda peringatan buat kita. Ketika perasaan negatif itu hadir sesungguhnya dia berniat baik yaitu memberitahukan bahwa sedang ada sesuatu yang kurang beres pada diri kita. Rasa takut pada ketinggian memberi sinyal pada anda bahwa jatuh dari tower lantai sembilan itu bisa berakhir di kuburan. Takut membuka cabang foto kopi di depan sekolah yang baru itu artinya dia member sinyal bahwa anda karus melakukan kalkulasi ulang mengenai bisnisplan anda. Deg-degan saat presentasi proposal marketing itu artinya anda harus lebih serius lagi memeloti angka-angka hasil riset bagian litbang dan seterusnya. Itulah pentingnya rasa takut, dia berfungsi sebagai alat pengontrol sinyal.

Dengan tanda peringatan inilah sebetulnya anda di sadarkan bahwa anda harus memperbaiki diri, kalau tidak, emosi negatif ini akan membawa anda ke tempat-tempat yang berbahaya dan merugikan diri anda. Coba anda tidak punya rasa takut, tidak solat tenang-tenang saja, tilawatil qur’an tidak lancer tidak punya beban, membaca buku agama sangat jarang tapi merasa cukup ilmu. Coba . . .apa kata dunia ? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar